Refly Harun: Habib Bahar orang terpilih, sama seperti Said Didu

No Comments
Habib Bahar dalam persidangan di Bandung

Penangkapan Habib Bahar bin Smith pada selasa dini hari 19 Mei 2020 menjadi perhatian masyarakat Tanah Air, dari pusat hingga daerah, dari tokoh publik sampai masyarakat biasa. Pakar tata negara, Refly Harun pun menanggapi penangkapan tersebut dan ditanya oleh masyarakat, bagaimana analisisnya. Refly Harun menilai Habib Bahar orang terpilih dalam kasus tersebut. Maksudnya apa ya?

Sebagian publik masih heran kenapa Habib Bahar bin Smith ditangkap walaupun otoritas Kementerian Hukum dan HAM sudah menjelaskan ihwal penangkapan pendakwah tersebut.

Kemenkum HAM sudah menerangkan Habib Bahar bin Smith ditangkap dan dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor lagi lantaran melanggar kaetentuan asimilasi. Habib Bahar bebas beberapa hari lalu karena program asimilasi di tengah pandemi Covid-19. Alasan lainnya penyebab Habib Bahar ditangkap lagi yakni dia melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta isi ceramah kepada jemaah yang menyinggung soal penguasa.

Nah, Refly Harun melihat pelanggaran sebagai dalih menangkap Habib Bahar memang objektif. Namun dia merasa ada sisi subjektif penegakan hukum dalam penangkapan ini.

“Kalau dilihat ada pelanggaran (PSBB), itu banyak juga dilakukan orang. Jadi di sini penegak hukum tinggal subjektif saja, mana yang ditegakkan (pelanggarannya) mana yang enggak, itu memang ada persoalan,” ujar Refly dalam tanya jawab diskusi daring bersama Amien Rais dengan topik Kenapa Kita Harus berpolitik, Selasa malam 19 Mei 2020.

Dia mengatakan tebang pilih penegakan hukum pelanggaran PSBB ini terasa, sebagian dibiarkan sebagian dengan dalih tertentu ditegakkan penegak hukum.

“Secara objektif memang melanggar tapi Habib Bahar ‘terpilih’. Kan ada Said Didu dan Faisal Basri, yang terpilih Said Didu,” ujar Refly.

Buat kamu yang belum tahu ya, Said Didu dan Faisal Basri sama-sama mengkritik pemerintahan, namun yang diseret ke meja hukum atau yang kena adalah Said Didu.

Sebagai pengamat kebijakan publik, Said Didu mengkritik langkah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang cuma memikirkan uang, uang dan uang di tengah pandemi. Dalam sebuah channel YouTube, Said Didu mengatakan pikiran uang, uang dan uang itu dalam konteks Luhut gencar bicara proyek pembangunan Ibu kota Baru padahal bangsa Indonesia sedang berjuang dan fokus menghadapi pandemi Covid-19.

Segendang sepenarian, pengamat ekonomi Faisal Basri juga mengkritik Luhut, malahan secara satire yang membandingkan Luhut dengan virus Corona. Dalam cuitannya di Twitter pada 3 April 2020, Faisal menuliskan Luhut Pandjaitan lebih berbahaya dibanding virus Corona.

Pernyataan Faisal Basri bermula dari prediksi Luhut yang mengait-kaitkan virus corona bakal kalah dengan cuaca Indonesia. Luhut memperkirakan, April lalu Indonesia diuntungkan karena sudah memasuki musim panas, yang mana kasus virus diperaya menyusut.

Meski menyatakan, virus corona akan kalah dengan cuaca panas Indonesia, Luhut meminta masyarakat untuk menerapkan betuk jaga jarak physical distancing.

Pernyataan Luhut tentang virus corona kalah dengan cuaca Indonesia, pun membuat Faisal Basri gatal berkomentar. “Ini sudah keterlaluan,” tulis ekonom tersebut.

Nah beda dengan Said Didu, Faisal aman dan tidak diperkarakan ke meja hijau oleh Luhut Pandjaitan. Bagaimana menurutmu Habib Bahar orang terpilih sama seperti Said Didu, setuju enggak?

Dear readers, after reading the Content please ask for advice and to provide constructive feedback Please Write Relevant Comment with Polite Language.Your comments inspired me to continue blogging. Your opinion much more valuable to me. Thank you.